Cerita Rakyat : Misteri Di Balik Makam Batu Layar

Assalamualaikum.wr.wb... salam sejahtera untuk semua pembaca Info Bertita Lombok kali ini kami akan menyampaikan informasi tentang Cerita Rakyat : Misteri Di Balik Makam Batu Layar. Silahkan anda baca selengkapnya berikut ini.

Cerita Rakyat : Misteri Di Balik Makam Batu Layar
Cerita Rakyat : Misteri Di Balik Makam Batu Layar


Selamat membaca!!!


Makam Batu Layar yang menurut kepercayaan setempat menjadi makam keturunan Nabi Muhammad SAW. Ada juga yang mengatakan bahwa makam tersebut merupakan tempat peristirahatan tokoh Islam berkebangsaan Baghdad bernama Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami.

Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami dipercaya sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Indonesia. Beberapa publikasi yang lain menyebut nama tokoh Baghdad yang datang bernama Syeh Syayid Muhammad Al Bagdadi. Entah mana yang benar namun alkisah ia datang ke Lombok untuk melakukan syiar agama. Setelah agama Islam sempurna, ia ingin kembali ke negara asalnya. Saat akan pulang ia diantar ke pinggir pantai Batu Layar oleh para muridnya. Setelah tiba di pinggir pantai, ia duduk diatas batu yang menyerupai sebuah batu. Tak seberapa lama datanglah hujan lebat disertai dengan angin dan peting. Pada saat itulah Syeh Sayid menghilang dan yang tertinggal hanyalah seonggok batu tersebut. Cerita itu pun kemudian melahirkan kisah bahwa yang dimakamkan di makam Batu Layar bukanlah jasad Syeh Sayid namun kopiah dan sorban yang ia tinggalkan.

Itu sebabnya mengapa makam ini disebut sebagai malam keramat dan sering digunakan sebagai tempat untuk membayar nazar. Yang dimaksud nazar adalah janji yang biasanya diucapkan oleh seseorang sebagai bentuk permohonan jika maksudnya terkabul. Beberapa nazar yang sering diungkapkan oleh para peziarah makam Batu Layar adalah nazar akan berziarah ke makam ini jika keinginan mereka berangkat haji atau umroh tercapai. Itu mengapa saat menjelang musim haji, makam Batu Layar ramai dikunjungi mereka yang akan berangkat ke tanah suci. Kabarnya, tak cuma wisatawan dari Lombok saja yang mengunjungi makam Batu Layar, tetapi juga wisatawan dari luar pulau.

Makam Batu Layar mencapai puncak ramai saat perayaan lebaran topat, yakni lebaran yang diselenggarakan tepat 7 hari setelah Idul Fitri. Lebaran topat bahkan sudah menjadi kegiatan rutin yang diselengarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Diawali dengan tradisi Nyangkar oleh Wakil Bupati Lombok. Dalam tradisi Nyangkar terdapat prosesi pengambilan air lingkuk emas untuk bejanjam. Bejanjam adalah membasuh wajah anah-anak dengan harapan kelak mereka menjadi anak yang saleh. Sedangkan air lingkuk emas diambil dari kaki bukit Batu Layar yang keberadaannya diketahui sebelum zaman Belanda. Sebelum mengambil air ini ada beberapa sesajen yang harus disiapkan yakni penginang pidade yang diisi tokok lekes, jembung kuning tempat ceret, beras kuning, empok-empok dan kejamas. Setelah itu ada proses nguris rambut yakni memotong rambut bayi.(lombok).

Sekian Info Berita Lombok terkait  Cerita Rakyat : Misteri Di Balik Makam Batu Layar semoga bermanfaat untuk kita semua jangan lupa like fans page kami ya!!! terima kasih.

1 Response to "Cerita Rakyat : Misteri Di Balik Makam Batu Layar"

  1. Sy rasa bukan itu cerita yg sebenarnya saudaraku,dari pengalaman spritual di makam batu layar,syech sayyid adzuhri memang meninggal akibat kelelahan karna kapalnya pecah jadi 2 bagian,pecahan yang satu hanyut bersama layarnya ,pecahan yg lainya terdampar di pinggir pantai,dan menjadi batu itulah sebabnya di namai batu layar,adapun makam syech sayyid adzuhri terletak di pinggir kali batu layar,dan yg di makamkan di atas bukit itu adalah santrinya,adapun rombongan yg selamat itu antara lain syech abdurrozak,sunan prapen,sunan sudar mereka inilah yg kemudian menyebarkan islam di pulau lombok dan sumbawa...

    BalasHapus

×