Bocah 8 Tahun Rahardian Reno Wardana, Dalang Cilik Generasi Penerus Lalu Nasib

Assalamualaikum.wr.wb...
Salam sejahtera rekan-rekan sekalian kali ini INFO BERITA LOMBOK  akan menyampaikan berita terkait, simak berita selengkapnya berikut ini.

Rahardian Reno Wardana digadang-gadang menjadi penerus dalang kondang asal Lombok H L Nasib. Bagaimana sebenarnya kemampuan bocah delapan tahun ini. Berikut kisahny

BAKAT seni dalang itu mengalir dari darah  sang kakek, H Lalu Nasib. Punya garis keturuanan dalang, membuat Rahardian Reno Wardana tidak mengalami kesulitan berarti saat belajar memainkan wayang.
DALANG CILIK: Rahardian Reno Wardana saat belajar mentas wayang di rumahnya, belum lama ini. Reno digadang-gadang menjadi penerus dalang kesohor Lombok HL Nasib Dok.Lombokpost

Di usianya yang baru menginjak delapan tahun, putra pasangan Dani Eko Nurbuono dan Baiq Anjar Srikaton ini mempunyai bakat seni yang cukup menonjol.

Reno demikian ia disapa, sudah menunjukkan bakat yang luar biasa ketika memegang wayang. Keceriaan dan kepiawaiannya mendalang, membuat Reno kebanjiran order.

Pada acara formal dan informal, Reno tampil dengan kelincahan tangannya memainkan tokoh-tokoh pewayangan. Dari masing-masing tokoh, Reno sudah bisa membedakan karakter suara, sikap, perbuatan maupun kekocakannya.

Yang paling menonjol adalah, ketika tokoh panukawan Amaq Ocong, Inaq Itet dan Amaq Keseq yang terlibat dalam dialog bahasa Bima-Dompu.

Semuanya memiliki aksen suara yang berbeda. Namun ia memainkannya sangat mahir. Hampir menyerupai sang kakek HL Nasib.

Kekocakannya pun menyatu, terekam dalam mulut sang dalang cilik ini.

Reno kecil sudah diprediksi, bakal jadi generasi penerus sang kakek. Melalui lakon pewayangan sasak seperti, Onco Wacono serta pengaksame-pengaksame dalam bahasa pewayangan Sasak semuanya dilahap.

Bahkan bocah yang baru duduk di kelas tiga SDN 2 Gerung ini sudah hafal tokoh-tokoh wayang Sasak yang dilakoni sang kakek. Tidak saja tokoh-tokoh formal, melainkan juga tokoh-tokoh informal sebagai rakyat jelata seperti, Amaq Ocong, Inaq Itet, Amaq Keseq, Inaq Gedang dan lain-lain.

”Ada Jayengrane atau wong Menak, Putri Munigari, Umar Maya, Prabu Alam Daur, Tanus Tamtanus dan masih banyak lagi,” beber Reno.

Hebatnya lagi, kendati usianya masih belia, nama-nama tokoh-tokoh tersebut, tidak sedikit pun ada yang meleset dari celotehannya. Tidak hanya itu, tokoh-tokoh lain seperti Bala-Bala, tokoh antagonis si Raksasa kembar itu pun tak lepas dari ingatannya.

Menurut penuturan sang bunda Baiq Anjar Srikaton, bakat Reno menjadi dalang sudah terlihat sejak duduk dibangku TK. Bahkan ketika itu, tak jarang Reno diminta tampil dalam kegiatan-kegiatan sosial maupun yang digelar dalam bentuk hajatan.

“Mungkin karena dia (Reno), sering melihat Mbahnya main,” katanya.

Memang, semua yang dilakoni Reno, tak pernah lepas dari bimbingan sang kakek. Setiap kali kakeknya diundang mentas, ia pasti ikut. Bahkan pada setiap awal pertunjukan, Reno yang mengawali dengan membawakan cerita Onco Wacono tadi.

Lakon ini, biasanya disampaikan pada awal pertunjukan. Pada saat itulah disampaikan cerita apa yang hendak ditampilkan. Kalau Reno ikut menemani sang kakek, sudah bisa dipastikan, Reno lah yang tampil mengawali pertunjukan.

Tidak hanya sekedar mendalang. Reno juga mahir melapaskan ucapan-ucapan dalam prosesi Sorong Serah Aji Krama pada ritual perkawinan Sasak.

Dalam gelaran ini, Reno bisa tampil sebagai seorang Pembayun. Bahkan sebagai Utusan Pembayun (Pisolo) dalam penyelesaian prosesi Sorong Serah.

Padahal orang dewasa, pengetahuan dan hafalan bahasa ini harus melalui kerja dan waktu yang ekstra untuk mempelajarinya. Namun bagi Reno, bahasa Pembayun sudah bisa diucapkan dengan lancar dan jelas.

Sekarang, Reno sudah bisa tampil mewakili daerah Lobar. Di Bandung beberapa waktu lalu, Reno diberi kesempatan hadir dalam sebuah gelaran Festival Dalang Cilik.

Orderan pun datang silih berganti. Reno juga tampil dalam rangka Hari Anak Nasional tingkat kabupaten Lombok Barat. Bahkan belum lama ini, Reno tampil juga di televisi atas asuhan budayawan H Lalu Anggawe.

Kepiawaian mendalang, kekocakan dialog yang disampaikan melalui tokoh wayangnya, membuat penikmat seni pedalangan berdecak kagum.

Reno kecil yang bercita-cita jadi profesor ini kian bersemangat. Semangat itu ia  tunjukkan terutama di sekolah. Ketekunannya belajar, disiplin bersikap, rajin mengaji dan salat, membuat keluarga terutama orang tuanya merasa bangga.

Baca juga : 

Sekian INFO BERITA LOMBOK yang kami lansir dari lombokpost.net semoga bermanfaat jangan lupa LIKE FANS PAGE dan silahkan di SHARE Terima kasih atas kunjungan anda.....

0 Response to "Bocah 8 Tahun Rahardian Reno Wardana, Dalang Cilik Generasi Penerus Lalu Nasib "

Posting Komentar

×